Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 Maret 2024

Apa Itu Sasaeng?

 

Apa Itu Sasaeng? Fans Kpop Harus Tau Nih!



Sasaeng Kpop Idol – Sasaeng bukanlah hal yang asing di dunia Korea Idol. Istilah Sasaeng berasal dari Bahasa Korea. “Sa” yang berarti “Pribadi” atau “Privasi” dan “Saeng” yang berarti “Kehidupan”.

Sasaeng bisa diartikan sebagai fans yang sangat terobsesi untuk mengetahuo kehidupan pribadi para idol Kpop. Para sasaeng ini biasanya mencari tahu dan mengikuti jejak kemanapun idol yang disukai atau idol yang ditargetkan pergi.
Sasaeng cenderung melakukan hal yang tidak membuat Idol Kpop merasa nyaman, ia selalu melakukan segala aksi asal mereka bisa dekat dengan para idol.


Sasaeng tidak memperdulikan privasi sang idol. Contohnya, sasaeng membeli informasi tentang penerbangan pesawat para idol secara rinci, mulai dari hari dan jam keberangkatan hingga nomor kursi.


Selain itu, sasaeng juga bisa melakukan tindakan seperti menguntit idol sampai ke tempat tinggal atau hotel saat sedang bekerja seperti di luar negeri.

Selasa (5/4/2022) kemarin, Jungkook anggota BTS diganggu oleh sasaeng pada saat ia sedang berada di Las Vegas. BTS berada di Las Vegas untuk menghadiri undangan Grammy Awards 2022 dan mengadakan konser.

Malam itu, Jungkook sedang Vlive sambil menyapa para Army di sebuah kamar hotel dan telfon hotel terus berdering berkali-kali dan penelefon tersebut adalah sasaeng atau penguntit. Hal tersebut membuat jungkook tidak nyaman.





 

 

Rabu, 27 Maret 2024

Auto Invite Group 100% work

 


Auto Invite Facebook Group adalah ...
cara memasukan semua teman facebook kita kedalam satu group facebook secara otomatis

Untuk Pengguna mozila

jadi kita gak perlu capek-capek mengundang teman kita satu per satu.
mau tau caranya?
simak baik-baik dibawah ini :
Saya akan berbagi ilmu cara invite all friends ke dlm group agar groupnya ramai like n comment
Caranya mudah sekali
Untuk Pengguna Mozzila Firefox
Masuk group anda/buat group lalu :
1. Tekan tombol CTRL + SHIFT + K
2. Lalu download file disini https://www.facebook.com/download/1737186273167139/invite%20group%20work%20100_.txt 
3. Buka file yg sdh anda download dan copy semua isi file lalu pastekan file tersebut dlm "console" tekan enter tunggu prosses berjalan ..... taraaa... 100% work ... dan semua teman anda sdh masuk dlm grup facebook anda :D :D :D :D

Untuk Pengguna Google Chrome 

Masuk group anda/buat group lalu :
1. Klik kanan pada mouse
2. Tekan Inspect Element
3. Pilih/klik Console
4. Atau klik F12
Lalu download file disini https://www.facebook.com/download/1737186273167139/invite%20group%20work%20100_.txt 
5. Buka file yg sdh anda download dan copy semua isi file lalu pastekan file tersebut dlm "console" tekan enter tunggu prosses berjalan ..... taraaa... 100% work

dan semua teman anda sdh masuk dlm grup facebook anda :D :D :D :D
 

Sabtu, 09 Maret 2024

Seni Ukiran Jepara | Legenda | Sejarah | Sentra Ukir Jepara

 Ukiran Jepara atau seni ukir Jepara merupakan seni ukir khas yang berasal dari Jepara. Jepara yang terkenal dengan sebutan Kota Ukir, kini berubah menjadi Kota Ukir Dunia. Setelah meningkatkan citra Jepara “The World Carving Center”, karena produk-produk ukir Jepara sudah sangat terkenal dan sangat banyak penyuka seni ukiran Jepara dari berbagai negara. AS Merupakan Negara Tujuan Ekspor Terbesar Jepara. Negara tujuan ekspor mebel Ukiran Jepara tahun 2015 juga mengalami kenaikan menjadi 113 negara dengan jumlah eksportir sebanyak 296 pengekspor, sedangkan tahun 2014 nilai ekspornya hanya 114,78 juta dolar AS dengan 223 pengekspor untuk negara tujuan 106 negara.


Pengukir Jepara pada jaman kolonial Belanda, sumber gambar: Oleh Tropenmuseum, part of the National Museum of World Cultures, CC BY-SA 3.0, https://commons.wikimedia.org/w/inde...?curid=8606473

Legenda

Versi pertama


Konon ada sebuah cerita unik yang menjadi kisah sejarah asal mula munculnya seni ukir di Jepara. Cerita ini menjadi sebuah dongeng sebelum tidur saya ketika masih kecil dulu. Bapak saya sering menceritakannya, berulang-ulang, dan saya tidak pernah bosan mendengarnya.

Begini ceritanya. Pada zaman dahulu kala ada seorang pengukir dan pelukis dari Kerajaan Majapahit, Jawa Timur. Waktu itu masa pemerintahan raja Brawijaya. Pengukir itu bernama Prabangkara disebut juga Joko Sungging. Lukisan dan ukiran Prabangkara sudah sangat terkenal di seluruh negeri.

Suatu ketika Raja Brawijaya ingin memiliki lukisan istrinya dalam keadaan telanjang tanpa busana sebagai wujud rasa cinta sang raja. OIeh karena itu, Prabangkara dipanggil untuk mewujudkan keinginan sang Raja. Hal ini tentu merupakan hal yang sulit bagi Prabangkara, Karena meskipun mengenal wajah sang istri raja, tapi dia tidak pernah meilhat istri raja tanpa busana. Dengan usaha keras dan imajinasinya, akhirnya Prabangkara berhasil mengerjakan lukisan tersebut. Ketika Prabangkara sedang istirahat, tiba-tiba saja ada seekor cecak buang tinja dan mengenai lukisan permaisuri tersebut. Kotoran cecak tersebut mengering dan menjadi bentuk seperti tahi lalat. Raja tentu sangat gembira dengan hasil karya Prabangkara tersebut. Sebuah lukisan yang sempurna, persis seperti aslinya. Sang raja mengamati lukisan tersebut dengan teliti. Begitu dia melihat tahi lalat, raja murka. Dia menuduh Prabangkara melihat langsung permaisuri tanpa busana. Karena lokasi tahi lalat persis seperti kenyataan.

Raja Brawijaya pun cemburu dan menghukum pelukis Prabangkara dengan mengikatnya di layang-layang, kemudian menerbangkannya. Layang-layang itu terbang hingga ke Belakang Gunung di Jepara dan mendarat di Belakang Gunung itu. Belakang Gunung itu kini bernama Mulyoharjo di Jepara. Kemudian Prabangkara mengajarkan ilmu mengukir kepada warga Jepara pada waktu itu dan kemahiran ukir warga Jepara bertahan dan lestari hingga sekarang.


Versi Kedua

Menurut sejarah mengapa masyarakat Jepara mempunyai keahlian di pahat ukir[2] kayu adalah konon pada zaman dulu kala ada seorang seniman hebat yang bernama Ki Sungging Adi Luwih. Dia tinggal di kerajaan. Kepiawaian Ki Sungging ini terkenal dan sang raja pun akhirnya mengetahuinya. Singkat cerita raja bermaksud memesan gambar untuk permaisurinya kepada Ki Sungging. Ki Sungging bisa menyelesaikan gambarnya dengan baik namun pada saat Ki Sungging hendak menambahkan cat hitam pada rambutnya, ada cat yang tercecer di gambar permaisuri tersebut bagian paha sehingga tampak seperti tahilalat.Kemudian diserahkan kepada raja dan raja sangat kagum dengan hasil karyanya. Namun takdir berkata lain sang raja curiga kepada Ki Sungging difikir Ki Sungging pernah melihat permaisuri telanjang karena adanya gambar tahi lalat pada pahanya. Akhirnya raja menghukum Ki sungging dengan membawa alat pahat disuruh membuat patung permaisuri di udara dengan naik layang-layang. Ukiran patung permaisuri sudah setengah selesai tapi tiba-tiba datang angin kencang dan patung jatuh dan terbawa sampai Bali. Itulah sebabnya mengapa masyarakat Bali juga terkenal sebagai ahli membuat patung. Dan untuk alat pahat yang dipakai oleh ki Sungging jatuh di belakang gunung dan ditempat jatuhnya pahat inilah yang sekarang diakui sebagai Jepara tempat berkembangnya ukiran.


Sejarah

Pada masa Kerajaan Kalinyamat arsitektur Jepara mengalami kemajuan terutama dalam bidang ukir-ukiran. Tepatnya ketika Tjie Bin Thang (Toyib) dan ayah angkatnya yaitu Tjie Hwio Gwan pindah ke Jawa (Jepara), Ketika Tjie Bin Thang (Toyib) menjadi raja di sebuah Kerajaan Kalinyamat, dimana Toyib menjadi raja bergelar Sultan Hadlirin dan Tjie Hwio Gwan menjadi patih bergelar Sungging Badar Duwung. Arti dari gelar Sungging Badar Duwung yaitu (sungging "memahat", badar "batu", duwung "tajam"). Nama sungging diberikan karena Badar Duwung adalah seorang ahli pahat dan seni ukir.

Tjie Hwio Gwan adalah yang membuat hiasan ukiran di dinding Masjid Astana Mantingan. Ialah yang mengajarkan keahlian seni ukir kepada penduduk di Jepara. Di tengah kesibukannya sebagai mangkubumi Kerajaan Kalinyamat (Jepara), Patih Sungging Badar Duwung masih sering mengukir di atas batu yang khusus didatangkan dari negeri Tiongkok. Karena batu-batu dari Tiongkok kurang mencukupi kebutuhan, maka penduduk Jepara memahat ukiran pada batu putih dan kayu. Tjie Hwio Gwan mengajarkan seni ukir kepada penduduk Jepara, sehingga arsitektur rumah di Jepara dihiasi ornamen-ornamen ukir karena warga Jepara yang trampil dalam seni ukir, bahkan kini produk furniture kayu ukiran Jepara dikenal keseluruh dunia.

Bukti otentik ukiran Jepara berupa artefak peninggalan zaman Ratu Kalinyamat di Masjid Mantingan. Ukiran Jepara sudah ada jejaknya pada masa Pemerintahan Ratu Kalinyamat (1521–1546) pada 1549. Sang Ratu mempunyai anak perempuan bernama Retno Kencono yang besar peranannya bagi perkembangan seni ukir. Di kerajaan, ada mentri bernama Sungging Badarduwung, yang datang dari Campa (Cambodia) dan dia adalah seorang pengukir yang baik. Ratu membangun Masjid Mantingan dan Makam Jirat (makam untuk suaminya) dan meminta kepada Sungging untuk memperindah bangunan itu dengan ukiran. Sampai sekarang, ukiran itu bisa disaksikan di Masjid dan Makam Sultan Hadlirin. Terdapat 114 relief pada batu putih. Pada waktu itu, Sungging memenuhi permintaan Ratu Kalinyamat.




Sentra ukir Jepara

Keberadaan sentra-sentra ukir Jepara mempermudah pembeli mencari barang serta produksi semakin efisien. Mulai dari sentra relief, patung, gebyok, almari, dan lain-lainnya. Pemkab Jepara memusatkan ukiran Jepara, yaitu:

1. Sentra Ukir Patung, di Desa Mulyoharjo

Kebanyakan masyarakat Desa Mulyoharjo merupakan pengukir dan pemahat patung kayu, Oleh karena itu kini desa Mulyoharjo menjadi Sentra Kerajinan Ukir Patung. Jenis seni patung yang terkenal dan legendaris dari Mulyoharjo adalah patung Macan Kurung. Mantan presiden Susilo Bambang Yudoyono juga pernah sengaja berkunjung ke Desa Mulyoharjo untuk membeli produk kerajinan dari Desa Mulyoharjo.

2. Sentra Ukir Relief, di Desa Senenan

Desa Senenan merupakan sentra pengrajin seni ukir relief. Ada rasa kagum dan takjub ketika pertama kali melihat seni yang satu ini. Bagaimana tidak daribsebuah papan kayu utuh kemudian dipahat sedemikian rupa hingga berubah wujud menjadi gambar tiga dimensi yang benar-nenar hidup. desainnya pun kini semakin berkembang,tidak hanya gambar pemandangan saja ketika pertama kali kerajinan imi ada namun berkembang denga desain dimensi yang lain.

3. Sentra Ukir Minimalis, di Desa Petekeyan

Mayoritas masyarakat Desa Petekeyan bergelut dibidang Industri Kerajinan Ukir Meubel Minimalis. Oleh karena itu kini desa Petekeyan menjadi Sentra Kerajinan Meubel Minimalis Hasil dari Industri masyarakat Desa Petekeyan dipasarkan secara langsung di showroom milik pengrajin. Selain dipasarkan secara offline, hasil masyarakat juga dipasarkan secara online oleh pengusaha furniture Desa Petekeyan. Nama website yang memasarkan produk masyarakat adalah Petekeyan Kampoeng Sembada Ukir.

4. Sentra Ukir Gebyok, di Desa Blimbingrejo

Gebyok Ukir Jepara sangat cocok untuk di jadikan pintu rumah ataupun pintu masjid sehingga semakin membuat rumah anda semakin menarik dan unik. Desa Blimbingrejo sudah menjadi Sentra Ukir Gebyok sejak tahun 1980-an hingga sekarang. Saat ini di desa tersebut sudah ada 90 orang pengrajin, dengan jumlah total pekerja mencapai lebih dari 300 orang. Karena dari setiap pengrajin besar bisa memperkerjakan 6-14 orang, sedangkan untuk pengrajin kecil biasanya memperkerjakan sebanyak 2-3 karyawan saja.

5. Sentra Ukir Bambu, di Suwawal Timur

6. Sentra Ukir Lemari, di Desa Bulungan

Warga Desa Bulungan mayoritas bekerja sebagai pembuat produk mebel ukir terutama berbentuk almari. almari produksi Desa Bulungan yang selama ini sudah diminati berbagai kalangan baik di Pulau Jawa dan luar Jawa. sektor mebel khususnya almari mampu menyerap banyak tenaga kerja, mulai dari pengusaha kayu, perajin, showroom, jasa angkutan dan lain sebagainya. Nilai transaksi yang dihasilkan dari sektor ini juga mencapai ratusan juta rupiah tiap bulannya. Selama ini pemasaran almari Bulungan tidak hanya di kota-kota besar di Pulau Jawa.saja, tetapi juga merambah kawasan luar Pulau Jawa seperti Sumatra, Kalimantan, Aceh dan lain sebagainya.

7. Sentra Ukir Genteng, di Desa Mayong Kidul

Genteng Ukir Jepara adalah genteng dengan bentuk ukir-ukiran Jepara, genteng tersebut yang banyak di produksi di Mayong, yaitu Genteng Makuta, Genteng Gatotkaca, Genteng Krepyak. 


Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Ukiran_Jepara



 

 

2 Ritual Seks Teraneh yang Ada di Afrika!

 

2 Ritual Seks Teraneh yang Ada di Afrika!

Sumber Gambar

Dua Ritual Seks Paling Aneh dari Afrika

Afrika, benua yang kaya akan keanekaragaman budaya, memamerkan praktik-praktik ritual yang sering kali membingungkan dan menarik perhatian dunia. Dalam hal ritual seks, terdapat dua praktik yang khususnya mencolok: ritual "Gerewol" suku Wodaabe dan "Mukanda" suku Chokwe. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi kedua ritual ini dengan lebih dalam, memahami latar belakang budaya, simbolisme, serta tantangan dan kontroversi modern yang melingkupinya.

Gerewol: Keindahan dan Gairah di Antara Suku Wodaabe

Praktik ritual Gerewol adalah bagian penting dari budaya suku Wodaabe yang tersebar di negara-negara bagian Afrika Barat seperti Niger dan Nigeria. Ritual ini sering kali menjadi sorotan karena tarian, kecantikan, dan gairah seksual yang ditampilkan oleh pemuda-pemuda suku Wodaabe.

1. Latar Belakang Budaya: Gerewol merupakan festival yang diadakan setiap tahun, di mana pemuda-pemuda Wodaabe bersaing dalam kecantikan dan kebolehan tarian untuk menarik perhatian wanita. Ritual ini dianggap sebagai cara untuk memilih pasangan hidup yang ideal.

2. Simbolisme: Gerewol bukan hanya tentang seksualitas, tetapi juga tentang keindahan, kekuatan, dan kesuburan. Tarian dan penampilan visual merupakan simbol dari kesejahteraan dan keberhasilan dalam budaya Wodaabe.

3. Kontroversi dan Tantangan: Meskipun dalam konteks budaya Wodaabe ritual ini dihormati, praktik ini juga telah menjadi sasaran kritik dari perspektif luar. Beberapa orang menganggapnya sebagai eksploitasi seksual atau bahkan penyalahgunaan hak asasi manusia.

Mukanda: Inisiasi dan Pendidikan Seksual di Suku Chokwe

Praktik ritual Mukanda adalah ritual inisiasi yang dilakukan oleh suku Chokwe di sebagian Afrika Tengah, termasuk Angola, Republik Demokratik Kongo, dan Zambia. Ritual ini melibatkan pendidikan seksual yang ketat bagi para pemuda yang mencapai usia pubertas.

1. Latar Belakang Budaya: Mukanda adalah bagian penting dari perjalanan menuju kedewasaan dalam budaya Chokwe. Para pemuda yang mencapai usia pubertas menjalani inisiasi yang melibatkan pembelajaran tentang seksualitas, etika, dan tanggung jawab sebagai anggota masyarakat.

2. Simbolisme: Ritual ini melambangkan peralihan dari masa kanak-kanak ke kedewasaan. Selain itu, Mukanda juga merupakan cara untuk memastikan pemahaman yang tepat tentang seksualitas dan tanggung jawab sosial di antara anggota masyarakat Chokwe.

3. Kontroversi dan Tantangan: Meskipun Mukanda dianggap penting dalam budaya Chokwe, beberapa aspeknya telah menimbulkan kontroversi. Beberapa orang mengkritik pendekatan tradisional terhadap pendidikan seksual, menganggapnya terlalu kaku atau tidak sesuai dengan standar modern kesehatan dan hak asasi manusia.

Kesimpulan: Menghormati Keanekaragaman Budaya

Ritual seks dalam budaya Afrika memperlihatkan kekayaan dan keanekaragaman tradisi di benua tersebut. Meskipun praktik-praktik ini mungkin terlihat aneh atau tidak dimengerti oleh standar Barat, penting untuk memahami konteks budaya di baliknya. Dalam era globalisasi, kita perlu menghormati keberagaman budaya di seluruh dunia sambil tetap kritis terhadap nilai-nilai universal kemanusiaan.

 

Prabowo akan Ubah Singkong Jadi Bensin, Emang Bisa? Begini Penjelasannya!

 Penjelasannya!


Sumber Gambar

Prabowo Subianto memiliki rencana ambisius untuk mengubah Indonesia menjadi negara yang swasembada energi. Ia ingin mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar minyak (BBM) dengan memanfaatkan sumber daya nabati lokal. Salah satu ide yang diajukan adalah menghasilkan bensin dari etanol, yang dapat diolah dari tebu dan singkong.

Berikut beberapa poin penting mengenai rencana Prabowo terkait bensin dari tebu dan singkong:

1. Energi Ramah Lingkungan: Prabowo percaya bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam menghasilkan energi ramah lingkungan. Tanaman komoditas perkebunan seperti tebu dan singkong dapat diolah menjadi etanol, yang merupakan bahan bakar nabati yang lebih bersahabat dengan lingkungan daripada bahan bakar fosil.

2. Etanol sebagai Alternatif BBM: Etanol adalah senyawa alkohol yang dapat diproses dari bahan baku nabati. Beberapa negara, termasuk Indonesia, telah menggunakan etanol sebagai alternatif bahan bakar (bioetanol). Meskipun saat ini etanol biasanya dicampur dengan bensin fosil, Prabowo berharap dapat menghasilkan bensin yang sepenuhnya ramah lingkungan dari etanol tebu dan singkong.

3. Sawit sebagai Bahan Baku Solar: Selain tebu dan singkong, Prabowo juga berencana menjadikan sawit sebagai bahan baku utama pembuatan solar atau minyak diesel (biodiesel). Pertamina telah menggunakan campuran biodiesel dari minyak sawit (CPO) sebagai bagian dari solar yang dijual di SPBU. Prabowo ingin meningkatkan persentase minyak nabati sawit dalam solar hingga 100 persen, tanpa campuran minyak fosil.

Dengan rencana ini, Prabowo berharap Indonesia dapat mengurangi impor BBM, menghasilkan energi yang ramah lingkungan, dan mencapai swasembada energi. Semoga langkah-langkah ini dapat membawa manfaat bagi negara dan lingkungan kita 🌿🌍¹²⁴⁵..

Swasembada energi merujuk pada kondisi di mana suatu negara mampu memproduksi dan memenuhi kebutuhan energinya sendiri tanpa bergantung pada impor energi dari negara lain. Ini melibatkan produksi dan konsumsi energi yang seimbang di dalam negeri, tanpa kebutuhan untuk mengimpor sumber daya energi secara signifikan.

Beberapa manfaat dari mencapai swasembada energi meliputi:

1. Keamanan Energi: Negara yang mencapai swasembada energi memiliki kontrol lebih besar atas pasokan energinya. Mereka tidak akan terlalu rentan terhadap fluktuasi harga atau gangguan pasokan dari negara lain.

2. Kemandirian Ekonomi: Dengan memproduksi energi sendiri, negara dapat mengurangi ketergantungan pada impor energi dan meningkatkan perekonomiannya. Ini dapat menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan nasional.

3. Stabilitas Harga Energi: Swasembada energi dapat membantu menstabilkan harga energi di dalam negeri. Bergantung pada sumber energi yang ada di dalam negeri dapat mengurangi ketidakpastian harga yang disebabkan oleh fluktuasi harga di pasar internasional.

4. Keberlanjutan Lingkungan: Memproduksi energi di dalam negeri, terutama dari sumber energi terbarukan, dapat membantu negara mencapai keberlanjutan lingkungan. Ini dapat mengurangi emisi gas rumah kaca dan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.

5. Keamanan Nasional: Kemandirian energi dapat dianggap sebagai faktor keamanan nasional. Negara yang memiliki sumber energi yang cukup dapat lebih mudah mengatasi krisis energi dan memiliki daya tawar yang lebih besar dalam hubungan internasional.

Namun, mencapai swasembada energi bukanlah tujuan yang mudah. Ini melibatkan investasi besar dalam infrastruktur energi, penelitian dan pengembangan, serta kebijakan yang mendukung pengembangan sumber daya energi di dalam negeri. Selain itu, penting untuk mempertimbangkan dampak lingkungan dan sosial dari produksi energi, serta memastikan bahwa sumber daya energi yang digunakan bersifat berkelanjutan dalam jangka panjang.


Link Referensi